Teori behaviorisme merupakan aliran psikologi yang memandang individu lebih kepada sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek-aspek mental seperti kecerdasan, bakat dan minat, dan perasaan individu, dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar semata-mata dilakukan dengan melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Langkah-langkah Pembelajaran yang berpijak pada teori behaviorisme dan digunakan untuk menyusun Renjana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), antara lain:
- Menentukan tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum, hal ini dimulai dari menentukan standar kopetensi dan kopetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran yang harus dikuasi oleh siswa.
- Menganalisis atau melakukan identifikasi perilaku awal siswa, terkait dengan materi sebelumnya.
- Menentukan materi pembelajaran berdasarka kurikulum.
- Merinci materi menjadi pokok bahasan dan sub pokok bahasan.
- Menyajikan pembelajaran yang berisikan kegiatan pembuka, inti dan penutup.
- Memberikan stimulus dalam pembelajaran atau rangsangan baik berupa pertanyaan, kuis latihan atau tugas-tugas.
- Mengamati dan mengkaji serta menilai respon yang diberikan oleh siswa.
- Memberikan penguatan ataupun hukuman atau negative reinforcement.
- Memberikan stimulus baru berdasarkan penilaian terhadap respon sebelumnya.
- Mengamati, mengkaji, dan menilai respon baru yang diberikan oleh siswa
- Memberikan penilaian akhir
Sumber :
Suyono,dkk. (2012). Belajar dan Pembelajaran (Teori dan Konsep).Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
