Guru Bukanlah Ratu

blogger templates
     Guru yang menyenangkan biasanya berpenampilan menarik, baik, tidak pernah marah dan mudah tersenyum. Namun kadang ini semua membuat guru dijadikan ratu atau raja dalam proses pembelajaran.  Hal ini dikarenakan siswa sangat senang ketika belajar dengan guru tersebut. Dengan penampilannya yang sopan, berwibawa, ramah, cerdas, dan baik dengan siswanya, sehingga membuat siswa menganggap guru tersebut  seperti ratu di dalam kelas.
    Kita lihat saja, waktu memasuki kelas, siswa berdiri-berdiri di pintu seolah-olah menyambut  gurunya masuk ke kelas, bak ratu akan memasuki istana. Seharusnya hal demikian tak perlu terjadi, seharusnya sebelum guru memasuki ruangan  siswa sudah duduk yang rapi di tempat duduk masing-masing dan siap menerima pembelajaran.  Kemudian, disaat  pembelajaran berlangsung, siswa memperhatikan guru menjelaskan materi pelajaran dengan hikmat, tanpa sedikitpun siswa mengeluarkan suara, siswa juga selalu menunjukkan sikap patuhnya terhadap guru. Siswa menganggap semua yang disampaikan guru adalah benar, tanpa sedikitpun bantahan.  Hal ini menunjukkan siswa menganggap apa yang disampaikan oleh gurunya semua benar. Padahal, seharusnya siswa boleh saja bertanya dan mengeluarka pendapatnya tentang materi yang disampaikan oleh guru.
     Untuk mengatasi hal yang demikian maka seorang guru harus dapat menyadari bahwa dirinya bukanlah ratu, yang menuntut siswanya selalu patuh dengannya. Di sekolah guru merupakan fasilitator atau teman belajar bagi siswa. Siswa dapat memperoleh informasi tentang materi pembelajaran dengan cara bertanya kepada guru ataupun berani mengeluarkan pendapat.   Siswa diharapkan aktif dalam pembelajaran, bukan hanya duduk manis di bangkunya.  Melalui model-model pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, siswa dapat mengembangkan kemapuan dan kreatifitasnya dalam pembelajaran. Guru harus mampu membawa siswanya menjadi betah dan menjadikan belajar itu menyenangkan. Dengan berbagai model-model pembelajaran yang dilakukan di kelas, maka akan membuat siswa tidak pasif lagi, mereka memang dituntut untuk aktif untuk diberi kebebasan dalam mendapatkan mengembangkan dirinya. Semua siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran  dan guru tidak lagi menjadi ratu di kelas.






.