BBM Naik, Tunjangan Guru Juga Bakal Naik - Kalau para mahasiswa berdemo menolak kenaikan harga BBM, maka guru-guru tak perlu berdemo jika tunjangan profesiyang sudah menunggak sekian bulan bakal dinaikkan oleh pemerintah. Seperti banyak kita lihat di televisi, demonstrasi mahasiswa terjadi dimana-mana menolak kenaikan harga BBM yang mulai diberlakukan pemerintah sejak tadi malam pukul 24.00 WIB. Dampak kenaikan BBM ini bukan hanya diterima rakyat miskin namun sesungguhnya juga berdampak besar bagi para guru, utamanya guru-guru yang bertugas di pelosok-pelosok daerah. Beban hidup yang dirasakan para guru akan semakin terasa berat. Kenaikan gaji dan tunjangan yang biasanya berkisar antara 5% - 7% tidak pernah berimbang dengan melonjaknya harga sembako 10% - 20% sebagai akibat dari kenaikan BBM. Trus gimana dong biar guru juga bisa sejahtera dan bisa hidup dengan layak? Solusinya tunjangan profesi, tunjangan fungsional bahkan tunjangan daerah juga harus dinaikkan. Inilah tuntutan para guru saat ini yang harus diperjuangkan. Namun siapa yang peduli ?.
Sekedar untuk diketahui saja oleh para guru, kemarin Kepala Bappenas Armida Alisjahbana merinci dua program utama sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Program pertama adalah Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (PPPS), yang terdiri dari beasiswa siswa miskin, Program Keluarga Harapan (PKH), dan beras miskin (raskin). Sementara itu, program kedua adalah program khusus, yakni Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan infrastruktur dasar.
Beasiswa siswa miskin ditingkatkan menjadi 16,6 juta siswa. "Peningkatan unit cost per siswa per tahun masing-masing Rp 450.000 per tahun untuk siswa SD atau sederajat, Rp 750.000 per tahun untuk siswa SMP atau sederajat, Rp 1 juta per tahun untuk siswa SMA atau sederajat, ditambah bantuan buku, seragam, dan alat tulis," kata Armida.
Sementara PKH diberikan untuk 2,4 juta rumah tangga sangat miskin. "Bantuannya ditingkatkan rata-rata Rp 1,8 juta per rumah tangga sangat miskin per tahun," katanya. Total dana yang di alokasikan pemerintah untuk BLSM adalah sebesar Rp 9,7 trilyun untuk membantu 15,5 juta rumah tangga miskin Rp150ribu/bulan selama 4 bulan.
Trus gimana dong nasib uang tunjang profesi sekian trilyun yang nyangsang entah dimana sekarang? Saya sudah pusing karena tunjangan triwulan pertama 2013 pun sampai sekarang masih belum menerimanya. Kemarin TiLes iseng mampir di kantor Dinas Pendidikan kabupaten menanyakan kapan pencairan tunjangan profesi. Namun hasilnya mengecewakan, oknum bendahara kantor Dikpora hanya menjawab singkat, “belum ada instruksi dari Pimpinan !”. Memang dimana-mana kantor Dinas Pendidikan sepertinya sudah jadi sarang penyamun. Rencanya TiLes mau nulis surat buat Irjen Kemendikbud supaya masalah ini diusut segera dan oknum yang sengaja menelantarkan hak guru diambil tindakan tegas.
Beban hidup guru sudah berat, dan kini semakin terasa berat dengan kenaikan BBM. Ketika beban hidup guru bertambah juga guru fokus mengajarnya semakin berkurang, dan kalau sudah seperti itu, pemerintah harus memikirkan subsidi apa yang diberikan ke pendidikan. Menjelang bulan Ramadhan dan tahun ajaran baru, nasib guru Indonesia semakin terpuruk.
Mohon maaf kalau anda merasa terkecoh dengan judul tulisan BBM Naik, Tunjangan Guru Juga Bakal Naik ini. TiLes tidak bermaksud menipu, namun hanya sekedar ingin menumpahkan perasaan hati yang kecewa. Buat guru-guru yang senasib dengan TiLes, ayo terus perjuangkan hak kita ! Mata pemerintah pusat harus dibuka lebar-lebar biar nasib jutaan guru seluruh Indonesia ini juga diperhatikan.


