Muatan Lokal dapat dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan tingkat SMA berdasarkan:
1. Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), potensi dan kebutuhan daerah yang mencakup aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ekologi, dan lain-lain;
2. Kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik;
3. Ketersediaan daya dukung/potensi satuan pendidikan (internal) antara lain:
· Kurikulum Satuan Pendidikan yang memuat mata pelajaran muatan lokal;
· Sarana prasarana: ruang belajar, peralatan praktik, media pembelajaran, buku/bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran muatan lokal yang diselenggarakan;
· Ketenagaan dengan keahlian sesuai tuntutan mata pelajaran muatan lokal;
· Biaya operasional pendidikan yang diperoleh melalui berbagai sumber.
4. Ketersediaan daya dukung eksternal antara lain:
· Dukungan Pemda Kab./Kota berupa kebijakan, pembinaan dan fasilitas/pembiayaan;
· Stakeholders yang memiliki kepedulian untuk mendukung keseluruhan proses penyelenggaraan mata pelajaran muatan lokal, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program;
· Nara sumber yang memiliki kemampuan/keahlian sesuai dengan mata pelajaran Muatan Lokal yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan;
· Satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan non formal yang terakreditasi.
