Siswa MTsN Tewas Usai Berkelahi

blogger templates
Petugas Polres Pariaman mengamankan YZ tersangka pembunuhan Randy
Wapcyber4rt™  —Diduga berkelahi dengan teman satu sekolahnya, seorang siswa MTsN Model Pariaman Randy Saputra,13, meninggal dunia. Hasil otopsi menunjukkan ada luka tumpul akibat kekerasan di ulu hati korban, berakibat usus kecil korban pecah.

Informasi yang berhasil Padang Ekspres himpun dari Eka Sri Rahmadani,16, kakak korban. Randy mengeluhkan sakit perut sepulang sekolah, Sabtu (10/11) sekitar 13.30. Korban berdomisili di Desa Sikapak Mudik Pariaman itu berkilah bahwa perutnya sakit akibat terkena bola.

Khawatir atas kondisi adik­nya, Eka membawa adiknya ke tukang urut, namun belum kunjung sembuh. Lalu, Eka pun membawa adiknya bero­bat ke bidan dekat rumahnya, apalagi belakangan Randy juga merasa demam.

Setelah minum obat, Randi tertidur. Keesokannya, Randy masih mengeluhkan sakit pe­rut, meski demikian Randi mem­bolehkan Eka pergi lati­han karate di sekolahnya. Saat istirahat siang, Eka me­nyem­patkan pu­lang ke rumah. Wak­tu itu, ia me­lihat Randy sedang beristirahat dan Eka pun mem­bangun­kan­nya untuk ma­kan. Selepas itu, dia kem­bali pergi latihan dan saat kembali ke rumah sekitar pu­kul 17.00, ia tidak menemu­kan adiknya itu di kamar.

”Ketika saya lihat ke kamar samping yang ada kamar man­dinya, saya kaget melihat tu­buh Randy jatuh tertelungkup de­ngan tangan medekap dada. Saat saya pegang, badan Randi su­­dah dingin, kaku dan di hi­dung­nya mengalir darah, se­dang­kan mu­kanya penuh mun­tah berwarna hijau,” ujar­nya ke­pa­da Padang Ekspres di ru­mah duka di Sika­pak Mudik, kemarin. 

Eka pun berteriak histeris, sehingga mengundang tetang­ga sekitar rumahnya datang membantu. Kejadian ini ke­mu­dian dilaporkan kepada ayah korban, Zaharmi, 60, ke Polres Pariaman. Kemudian korban diotopsi ke RSUP M.Djamil Padang. Senin (12/11) sekitar pukul 11.00 korban baru dimakamkan.

Kapolres Pariaman, AKBP Bondan Wicaksono kepada Padang Ekspres mengatakan, pihaknya sudah menetapkan seorang tersangka berinisial YZ dan enam saksi sudah dipe­riksa. Pelaku merupakan satu sekolah dengan korban.

Dari hasil pemeriksaan tersebut terungkap bahwa saat jam sekolah, Sabtu (10/11) sekitar pukul 10.30 korban dan tersangka berkelahi di la­pang­an bola Pauh Barat tidak jauh dari MTsN Padusunan.

Saat berkelahi itu, korban sempat muntah-muntah. Na­mun entah, bagaimana perke­lahian tetap berlanjut. Peristi­wa inilah yang diduga men­jadi penyebab kematian kor­ban, apalagi hasil otopsi me­nun­jukan ada luka akibat benda tumpul di ulu hati korban. ”Luka tumpul akibat kekera­san di ulu hati korban inilah yang mengakibatkan usus kecil korban pecah,” ujarnya.

Kapolres menegaskan bah­wa dalam kasus ini hanya ada satu orang tersangka, karena memang hanya mereka berdua bertengkar. Saat ini tersangka juga sudah ditahan. Jika ter­bukti bersalah, tersangka te­r­an­cam kurungan 5 tahun pen­jara.






.