Obesitas mungkin tidak baik bagi kesehatan secara umum, akan tetapi studi terbaru menyebutkan pria gemuk justru akan mampu bertahan hidup lebih lama jika terserang kanker. Jenis kanker yang dimaksud adalah non-Hodgkin lymphoma yang menyerang limfoma atau kelenjar getah bening, bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Beberapa penelitian menunjukkan fakta obesitas malah menyebabkan kanker, seperti payudara dan usus besar, namun menariknya pasien yang kurus disebut lebih berbahaya saat didiagnosis kanker non-Hodgkin lymphoma.
"Kami mengharapkan sesuatu yang mirip saat memulai proyek ini," tutur kepala peneliti, Dr. Kenneth Carson dari Washington University School of Medicine, seperti yang dikutip dari MSNBC (13/06).
Studi yang telah dilaporkan dalam Journal of Clinical Oncology ini melibatkan 2.500 pasien pria dari kanker non-Hodgkin lymphoma. Hasil studi menyebutkan pria yang obesitas memiliki kesempatan meninggal lebih sedikit daripada mereka yang memiliki berat badan normal. Meskipun demikian, para ahli belum yakin apa yang menyebabkan pria obesitas yang terkena kanker limfoma bisa hidup lebih lama.
"Penting untuk dicatat kami tidak menyarankan mereka yang obesitas untuk menyerah dalam menurunkan berat badannya. Menurutku, ada dua faktor utama yang bisa menyebabkan pria obesitas bisa bertahan hidup lebih lama, yaitu perbedaan biologis pada penyakit atau perbedaan respon pasien terhadap kemoterapi," terang Carson.
Carson pun menyimpulkan perlu ada penelitian lebih lanjut untuk menemukan jawaban dari hubungan obesitas dan kesempatan bertahan hidup pasien kanker limfoma ini.
Sumber: merdeka | Berita Terbaru
