Alunan Untuk Ilahi
Betapa merana hati pujangga dunia yang miskin
Pujangga yang haus, lapar yang selalu menadah pada dunia
Berwaktu-waktu menadah tanpa tengok kanan kiri demi segudang dunia
Ada yang kegirangan dan ada pula yang menggerutu
Betapa orang tidak sadar Tuhan lah yang Kuasa
Sang Girang berkata,”Segudang harta buah karya tangan. Sungguh hambalah paling beruntung”
