Penelitian dan Pengembangan (R&D)

blogger templates
1.   Research dan Development sebagai Kesatuan Mata Rantai
Penelitian dan pengembangan Pendidikan yang dikonsepsikan sebagai kesatuan matarantai dipandang sebagai suatu strategi yang paling menjanjikan dalam perbaikan-perbaikan Pendidikan. Sebagaimana dikatakan Borg (1987), bahwa educational research dan development adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk-produk Pendidikan. Di sini istilah ‘produk’ tidak hanya mencakup objek-objek materiil, tetapi prosedur-prosedur, proses-proses yang baku, seperti metode dan strategi mengajar, teknologi Pendidikan, teknologi pembelajaran,
system instruksional dan manajemen Pendidikan.
R&D dalam Pendidikan menjelaskan langkah-langkah dari penelaahan terhadap penemuan-penemuan penelitian yang berkenaan dengan ‘produk’ yang dikembangkan, mengembangkan produk sesuai setting tempat dimana akan diberlakukan produk, merevisi produk untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya berdasarkan temuan selama testing di lapangan. Hal ini dilakukan secara cermat dan berulang-ulang sehingga mencapai tujuan pengembangan produk yang telah dirumuskan. Bahkan dalam beberapa R&D konsep ini diteruskan hingga tahap penyebarluasan produk (difusi dan diseminasi). Konsep tersebut menunjukkan lingkaran proses adanya matarantai hubungan fungsional antara penelitian, pengembangan dan penilaian.

2.   R&D, Kegiatan Pengembangan pada Umumnya  dan Penilaian Pendidikan
Ada perbedaan antara ‘development (product) research’ dengan kegiatan pengembangan pada umumnya terletak pada penyelidikan yang cermat dan sistematik yang berlangsung selama proses pengembangan, yaitu mencari dasar teori pengembangannya baik yang murni maupun terapan, merancang produk berdasarkan studi kelayakan, mencobakan serta merevisi produk sebagai dasar penilaian formatif,  dan penilaian secara cermat dampak produk sebelum dibakukan dan diseminasikan kepada user. Perlu ditegaskan pula perbedaan antara penilaian Pendidikan denga penelitian. Penelitian lebih berkepentingan dalam memunculkan dan merumuskan pengetahuan baru, sedangkan penilaian merupakan upaya menyediakan landasan untuk mengambil keputusan, namun keduanya dipakai dalam kegiatan penelitian utamanya R&D.

3.   Langkah-langkah R&D
Ada 10 langkah R&D yang dikemukaka oleh Borg (1987) yaitu: 1) studi pendahuluan dan penelitian dasar, 2) perencanaan dan pemilihan produk, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji lapangan tahap awal, 5) perbaikan produk utama, 6) uji lapangan terhadap produk utama, 7) perbaikan produk yang akan dioperasikan, 8) uji lapangan produk operasional, 9) perbaikan produk akhir, dan 10) penyebarluasan

Pada dasarnya keduanya sama, karena 10 langkah pada diagram tersebut adalah; 1. Mencermati kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, 2) analisis hal-hal yang mempengaruhi pembelajaran, 3) analisis pembelajar dan lingkungan belajar, 4) menyusun penampilan secara objektif, 5) mengembangkan instrumen penilaian, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan menyeleksi media/bahan pembelajaran, 8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif terhadap pelaksanaan pembelajaran (produk utama), 9) perbaikan pembelajaran dari langkah ke-2 hingga ke-7, dan 10) mendesain evaluasi sumatif (produk akhir).


SUMBER 
Borg, W.R. (1987). The Educational Research and Development, Center for Educational Research and Inovation, New York: Pearson Education. Inc.
Gall, Meredith D.& Borg, Walter R..(2003). Educational Research, an Introduction; Seventh Edition, New York: Allyn&Bacon






.