Cerita pertama saya mulai dari pengalaman kekasih saya. Dia sudah berkali-kali bermasalah dengan “bagasi” yang dia bawa disaat menggunakan media transportasi Udara. Banyak kejadian yang terjadi, mulai dari kehilangan barang, terbukanya kunci koper sampai dengan salah jurusan pengiriman barang. Tentu saja ini sangat mengganggu kenyamanan dari pelanggan media transportasi tersebut.
Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi ketika mereka memiliki aturan yang bagus dan jelas. Proses yang sudah difikirkan secara matang dan pelayanan yang mendahulukan kenyamanan serta ketepatan. Entah apa yang salah, bukankan biaya untuk semua itu sudah cukup mahal untuk mendapatkan sebuah layanan yang memadai.
Hal lain adalah seperti yang saya dapatkan dan alami. Kali ini untuk transportasi darat. Ketika kita membicarakan masalah kelas, ada kelas Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif. Hal ini untuk semua jenis transportasi.
Pernahkah berfikir apa yang membedakan dari semua itu….
Fasilitas, Waktu, dan lain-lain
Ekonomi adalah kelas untuk orang-orang yang sangat menerima dengan keadaan. Berjubal, berdiri dengan mempertaruhkan nyama mungkin dan bisa juga dibilang sebagai media untuk melatih otot-otot tubuh. Bisnis adalah kelas yang mungkin lebih baik dari ekonomi, namun kenyataannya sama dengan kelas ekonomi. Eksekutif adalah kelas untuk orang-orang kaya. orang-orang yang sanggup bayar lebih untuk sebuah media transportasi umum.
Kalau kita bicara mengenai Fasilitas, apakah dengan membayar yang relatif murah berarti tidak akan pernah mendapatkan kenyamanan. Kenapa kita sebagai orang yang terlahir di negara tercinta ini yang notabene merupakan salah satu unsur yang membentuk negara ini sangat dibedakan dengan “turis internasional”. Lihat saja ketika mereka bertanya. Sepertinya orang asing tersebut dilayani bak raja. Bandingkan dengan ketika seseorang yang terlihat dari kampung, bodoh dan lainnya, mereka diacuhkan dan dianggap tidak ada.
Mana pertanggung jawaban Negara kepada rakyatnya yang berada di bawah garis kemiskinan. Miskin adalah bukan keinginan mereka, tatapi keadaan yang membuat mereka demikian. Jika diberikan pilihan lebih, mereka tidak akan pernah memilih hal tersebut. Fasilitas sama sekali tidak pernah mereka dapatkan … transportasi adalah media pembawa mereka ke tampat lain, tidak pernah lebih.
Kalau kita bicara masalah Waktu, sepertinya sudah jadi rahasia umum kalau iklan di salah satu stasiun televisi itu benar adanya. “Waktu Karet” yang kita semua tidak menginginkan hal tersebut terjadi di negara kita ini. Keterlambatan antara 1 – 2 jam sering sekali terjadi. Kalau menurut saya sendiri hal ini bukan terlambat, melainkan pindah jam.
Satu yang mungkin saya inginkan …. perbaiki transportasi negaraku. Saya Optimis pemerintah bisa lakukan hal tersebut, dari semua aspek.
Jika itu dilakukan dengan tepat maka mungkin kami akan merasa bangga mengucap “INDONESIA TANAH AIRKU”
Semangat untuk Bangsa, Maju Bersama, Berfikir Bersama
http://bagussuwandi.blogspot.com
