Sistem pengolahan limbah hitam di Indonesia pernah dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di tahun 1910an untuk Bandung, Cirebon, Solo, dan Yogyakarta. Pembangunan sistem ini terhenti pada saat Indonesia merdeka, dan baru mulai dikembangkan lagi pada akhir dekade 80an di beberapa kota besar.
Suatu sistem pengolahan limbah modern berfungsi untuk mengumpulkan air tinja dari rumah-rumah
