Kisah Shinta Paramitha Istri Bupati Muara Enim Yang Lulus CPNS K2

blogger templates
Kisah Shinta Paramitha Istri Bupati Muara Enim Yang Lulus CPNS K2 - KKN kah bila istri seorang pejabat daerah lulus cpns? Hmm sudah pasti pikiran kita sebagai orang awam otomatis akan menjawab YA! Namun sebaiknya kita tidak semudah dan secepat itu men-judge seseorang dengan hal-hal yang negatif. Kisah Shinta Paramitha Muzakir yang juga istri Bupati Muara Enim Sumsel ini mungkin bisa jadi contoh yang baik bagaimana semestinya menjadi istri seorang pejabat yang jauh dari KKN. “Untuk Kabupaten Muara Enim ada sebanyak 401 yang lulus tes CPNS,” terang Kepala BKD Muara Enim, Siti Herawati melalui Kabag Formasi, Erlandi, kemarin (15/2). Salah seorang peserta yang lulus tes itu, kata Erlandi, yakni Shinta Paramitha Sari, yang merupakan istri Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar. Secara terpisah, Shinta Paramitha Sari ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya lulus tes CPNS lewat jalur K2. “Alhamdulillah ya, dapat kabar lulus tes semalam sekitar pukul 20.30 WIB,” kata Shinta. Menurut Shinta, atas kelulusan tersebut, jelas sangat disyukuri.  

Kisah Shinta Paramitha Istri Bupati Muara Enim Yang Lulus CPNS K2

Terkait perihal keikutsertaan istrinya saat tes CPNS 3 November 2013 di Muara Enim, Bupati Muara Enim malah mengatakan tidak tahu ketika di konfirmasi oleh Kabar Sumatera. “Ya beliau ikut tes, tapi saya tidak tau beliau ambil formasi apa,” tutur Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar ketika dihubungi oleh awak media. Terkait hal ini, Muzakir  membantah akan adanya peran sertanya dalam proses tes seleksi untuk membuat peluang sang istri lulus menjadi salah satu peserta tes CPNSD kategori K2. “Ya kalau istri mau ikut, secara pribadi silahkan karena itu merupakan haknya sebagai warga negara. Tapi semuanya uruslah sendiri, karena sudah lama honor mengajar. Wajar saja kalau punya keinginan untuk ikut seleksi ini,” terangnya.

Shinta ParamithaShinta Paramitha

Usia Ibu Shinta, begitu istri Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar itu dipanggil, memang tidak muda lagi. Sudah 43 tahun. Hanya, semangat dan tekadnya untuk bekerja dan mengabdikan ilmu patut menjadi contoh. Berlatar belakang pendidikan sarjana hukum, Shinta aktif mengajar sebagai dosen di Akademi Kebidanan (Akbid) Muara Enim dan STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Serasan, Muara Enim. Bahkan, Shinta sebelumnya setelah menamatkan pendidikan S1 Hukum di STIH Serasan Muara Enim, sempat bekerja magang di kantor Kejaksaan Negeri Muara Enim, selain mengajar di SMAN 2, Muara Enim.

Ketika itu, sang suami, Ir H Muzakir Sai Sohar telah duduk sebagai anggota DPRD Muara Enim. Malah, memegang jabatan sebagai wakil ketua DPRD Muara Enim. Shinta, yang kini menjadi salah satu kandidat doktor bidang hukum di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu, tetap menyibukkan diri dan mengajar di kampus. “Sampai sekarang masih aktif kok Ibu Shinta. Dia mengajar di Akbid Muara Enim,” terang Direktur Akbid Muara Enim, Hj Rita Camalia MKes.




Di kampus yang mencetak tenaga bidang kesehatan itu, Shinta malah menjadi dosen favorit mahasiswa. “Dia itu orangnya pro mahasiswa. Tak heran kalau di kampus Ibu Shinta menjadi idola mahasiswa,” ujar Rita yang dikenal sangat dekat dengan istri Bupati Muara Enim itu. Lanjutnya, lantaran Sinta di kampusnya tercatat sebagai dosen tidak tetap, jam mengajarnya pun bisa memilih. “Ibu Shinta biasanya meluangkan waktu  mengajar mahasiswa pada malam hari. Ia konsen pada mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.”

Menurut dia, Shinta termasuk teladan bagi mahasiswa. Ini terbukti, meski dia sebagai istri dari Bupati Muara Enim, namun tidak mau memanfaatkan kesempatan dan jabatan yang ada pada suaminya. “Kalu dia galak pasti dari dulu la jadi PNS. Tapi dio dak galak, lebih mengutamakan pengabdian. Ikut PNS itu ‘kan setelah ada panggilan dan peluang tes CPNS melalui kategori 2, karena terdaftar sebagai guru honor di SMAN 2,” urai Rita lagi.

Shinta sendiri tercatat sebagai pegawai honorer di SMA Negeri 2 Muara Enim. Memulai sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut pada 2002 lalu. “Kalau soal dia mengajar di SMAN 2 Muara Enim saya tidak tahu persis,” kata Rita lagi. Hanya, menurut Rita, dia pernah mendengar dari para alumni kalau Shinta dikenal dekat dengan para siswa. Malah banyak anak didiknya, yang kini sudah mendapat jabatan dan bekerja dengan profesi terbilang mentereng, seperti pegawai bank dan dokter..

Kepala SMAN 2 Muara Enim, Kamriadi SPd MSi, mengatakan, meski sebagai istri bupati, Shinta tetap minta diberlakukan sebagai guru. Sejak mengajar di SMAN 2 pada 2002 lalu, berstatus sebagai guru honorer dengan SK yang dikeluarkan dari kepala sekolah. “Aku bukan memuji karena Ibu Shinta istri bupati, tapi pribadi beliau memang bagus. Orangnya biasa tampil sederhana dan tidak mau berlebihan, seperti pakaian terlalu modis meski sebagai istri bupati,” pungkasnya.







.